ANWARI WMK

Puisi “GANDRUNG BANYUWANGI” | Karya Anwari WMK

Posted in Bahasa Indonesia by anwariwmk on January 24, 2011

GANDRUNG BANYUWANGI

Bila purnama datang, kembali kenang dia, perempuan yang lebur dalam tarian Gandrung Banyuwangi. Umur memang telah terkikis waktu. Tapi, alismata perempuan itu masih jua seperti dulu: penari Gandrung Banyuwangi. Dan bola matanya masih juga terlempar ke kiri ke kanan, masih seperti dulu saat gesit berpusar dalam tarian Gandrung Banyuwangi.

Sebentar lagi purnama datang. Kenang kembali dia saat menari bersama purnama. Memang kini, ada sedu sedan di balik bola matanya. Tapi, tiada pernah ia kehilangan gairah berkata tentang hidup yang tak sepenuhnya bisa dimengerti aritmatikanya. Ia berkisah tentang samudera perih berkali-kali menghempas dirinya. “Aku korban pengkhianatan cinta,” begitu ucapnya. “Perih di atas perih.”

Kemarin malam, saat dingin mencabik gelap, ia pun berkirim pesan pendek: “Malam ini hujan deras tumpah tiada henti. Padahal aku rindu terdorong hasrat menarikan Gandrung Banyuwangi bersama purnama yang tersenyum manja.”

Oh hidup. Kapan tak ada lagi cinta yang sia-sia? Kapan? Kapan?

2011

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: